Jumat, 10 Juni 2016

CATATAN HATI SEORANG IJAH (#2)



-Kepastian-

Bulan Februari hampir habis, beberapa teman sudah bersiap berangkat menuju Jakarta, ke perusahaan tujuan mereka. Karna memang kebanyakan, perusahaan tujuan berada di Jakarta. Bahkan Gita akan mulai magang besok. Dalam hati aku hanya bisa was-was, karna perusahaan stasiun TV yang kutuju tak jelas menentukan kapan magang dimulai. Awalnya diberitahukan, magang dimulai bulan Maret, kemudian berubah jadi Februari, sekarang udah hampir Maret dan nasib kita bersembilan yang mendaftar di satsiun TV itu belum jelas juga. Saat pak Kaprodi dikonfirmasi, beliau Cuma berkata “Ya, nanti.”. Kami sempat geram dengan respon beliau, tapi kami tak bisa melakukan apa-apa selain menunggu pemberitahuan kapan magang bisa dimulai.
Upit berhasil menyelesaikan tes wawancara dan psikotes dari perusahaan yang ditujunya. Dia dan 3 orang lainnya akan mulai magang 28 Maret 2016, 3 minggu lagi sebelum hari-H. Saat itu, cuma perusahaan yang dituju Upit yang memberikan tes seperti tes masuk karyawan. Sedangkan perusahaan lain tidak memberikan tes apapun. Menyenangkan mendapat kabar gembira dan melihat muka sumringahnya bisa diterima perusahaan tujuannya. Upit kecil emang keren! (9^w^)9. Semangat dan motivasi terus mengalir dari Gita dan Upit untuk kami bertiga yang belum jelas nasibnya. Pfft.. “ya Allah jauhkanlah aku dari prasangka buruk dan segera tunjukkan yang terbaik untukku.. Aamiiin..”, batinku ketika aku mulai merasa ada yang tidak beres dengan perusahaan tujuanku.
Kami yang mendaftar perusahaan TV itu benar-benar sudah pasrah, 2 minggu lagi bulan April. Sampai tiba-tiba HP ku berdering, saat itu hari Jumat sekitar jam 10 pagi, sms dari Memei.
Jah, mahasiswa yang daftar di stasiun TV disuruh kumpul di kampus habis jumatan. Ini pak Kaprodi ngasi infonya dadakan lewat grup WA”
“Ada apa ya? Kabar baik atau buruk? Ah paling mau dikasi tau kapan berangkatnya. Alhamdulillah.. akhirnya. Terima kasih ya Allah” pikirku berusaha positive thinking. Karena nasib kita sesuai dengan prasangka kita kan? Hihi ;)
Pukul 2 siang, kami bersembilan dipanggil pak Kaprodi untuk masuk ke ruang kelas Lab.Telkom Barat 01. Kami masih bisa saling bercanda, bahkan saat sudah duduk di dalam kelas. Kemudian pak Kaprodi mulai berusaha menyampaikan maksudnya mengumpulkan kami. Awalnya, sama sekali aku tak menaruh curiga pada pak Kaprodi. Aku terus berusaha pos-think. Lama kelamaan, omongan pak Kaprodi jadi muter-muter dan tibalah pada kalimat yang sempat terbersit di pikiranku, yang tak ingin kudengar.
“Ini saya tadi pagi mendadak mendapat kabar dari stasiun TV, saya juga kaget ketika mendapat kabar ini dan langsung meminta kalian berkumpul selesai jumatan untuk memberitahukan info ini. Jadi... stasiun TV membatasi kuota peserta magangnya menjadi 5 orang saja..”
Aku mati rasa, seolah sudah tau sebelumnya apa yang baru saja beliau sampaikan. Aku tak sedih, tak juga senang, ingin marahpun tidak. Pikiranku sama sekali kosong, tak berani memprediksi apa yang akan dikatakan pak Kaprodi selanjutnya. Aku hanya berusaha mendengar dengan seksama. Senyum di wajah kami bersembilan mulai hilang. Aku menangkap kekhawatiran di wajah beberapa temanku.
“Saya harap yang tidak diterima di stasiun TV ini, bisa segera mencari dan mendaftar magang di tempat lain. Dan yang lolos, dan akan magang di stasiun TV adalah...”, pak Kaprodi membuka selembar kertas catatan putih yang berisi daftar nama. “Dimas, Anindya, Amin, Devan, dan.... Meidiana”. “HAHH!!! Gimana ini?! Aduuh piye jal??”, Memei sontak kaget dan tak percaya namanya disebut. Bukan karena senang, Memei justru terlihat gelisah mengetahui aku dan Ndeng tidak bisa magang di tempat yang kami inginkan dan harus mencari tempat magang baru dalam waktu yang sangat singkat. Selambat-lambatnya bulan Mei, kami semua harus sudah mulai magang agar di akhir Agustus magang kami bisa selesai dengan lama magang minimal 4 bulan.
Keluar ruangan, Memei masih tak percaya atas keputusan pak Kaprodi. Upit dan Gita memberikan respon sama, saat kami memberitahukan kabar dari pak Kaprodi. Mereka bahkan lebih terlihat shocked dari aku dan Ndeng yang sedang berusaha “sok tenang”. Aku terus bertanya-tanya, “Apa spesifikasi penerimaan peserta magangnya ya? Apa karna CV ku gak formal yah? Hehe” tanyaku cengengesan. “CV ku formal, tapi aku gak lolos” jawab Ndeng sambil berusaha senyum. Mulai kulihat kegelisahan di raut mukanya. Kutatap wajah sahabatku yang lain, Memei diam seribu bahasa, Upit gelisah sampai mukanya terlihat pucat, Gita dari tempat magangnya terus berusaha menghubungi kami menanyakan penjelasan dan kronologi ceritanya. Sore itupun ditutup dengan perpisahan kami yang rasanya agak masam. Upit masih punya urusan di kampus, dia langsung menuju ke lokasi tujuannya. Memei yang sedang tidak solat, langsung pulang ke rumah. Sedangkan aku dan Ndeng solat Ashar dulu di masjid Perumda. Setidaknya dengan solat, bisa sedikit menenangkan kami berdua sebelum melaju ke rumah masing-masing yang cukup jauh dari kampus.

CATATAN HATI SEORANG IJAH (#1)



-Daftar Magang-
 
Hai guys.. namaku Nur Khodijah Masykuroh Alfisyahrin, biasa dipanggil Alfi atau Ijah. Mahasiswi semester 6 di POLINES, Program Studi D4 Teknik Telekomunikasi. Oya, judul itu aku dapet ide dari salah satu sahabat SMK ku, Arif. Baiklah, karna aku gak pandai berkata-kata jadi langsung aja ke cerita. Hehehe... ^o^/
Waktu itu bulan Oktober 2015, pak Kaprodi (Kepala Program Studi) D4 Teknik Telekomunikasi memberitahukan bahwa kelas TE3A dan TE3B harus sudah mempersiapkan diri dan segera mencari informasi tentang tempat magang. Kalo bisa, segera daftar biar ga kedandapan pas waktu magang-bulan Maret 2016-nanti. Emang dasar aku orangnya suka gugup kalo dikasi pemberitahuan begitu, langsung dah cari-cari lowongan magang di internet. Aku tuju salah satu stasiun TV nasional sebagai sasaran magang, karna dari SMK (dulu aku jurusan Multimedia) aku pengen banget bisa magang di Industri Pertelevisian. Jadilah aku bersama sahabatku, Memei, dan 3 temen cowo, Bang Jek, Kokoh, dan Ijul, daftar magang online, di stasiun TV itu setelah cari info lengkap tentang lowongan magang di stasiun TV tersebut. Kami resmi terdaftar, tanggal 30 Oktober 2015. Dalam blog stasiun TV itu ada pernyataan, jika tidak mendapat konfirmasi dari perusahaan (stasiun TV) dalam jangka 2-4 minggu maka kemungkinan jadwal magang sudah penuh terisi di bulan yang diinginkan untuk melaksanakan magang.
2 minggu sudah lewat, kami belum mendapat kabar. 4 minggu lewat juga, oke fix kita gak dapet jatah magang di stasiun TV itu. Untunglah masih ada 1 stasiun televisi yang sudah bekerja sama dengan kampus 2 tahun belakangan. Awalnya aku kurang tertarik mendaftar di stasiun TV yang sudah bekerja sama dengan kampus, karna segmen acaranya ditujukan untuk orang-orang kalangan pekerja dan pebisnis. So, gak ada acara hiburan atau entertainment-nya. Tapi aku coba ambil sisi positifnya, “Aku pikir mungkin emang aku harusnya magang di stasiun TV yang sudah bekerja sama dengan kampus. Mungkin aja kalo aku magang di satsiun TV yang kuinginkan sebelumnya, aku gak akan kuat atau bahkan ga bakal betah”, batinku. Waktu itu sudah bulan Januari, pak Kaprodi minta seluruh kelas TE tingkat 3 yang jumlahnya Cuma 34 orang (19 orang TE3A dan 15 orang TE3B) untuk segera membagi sama rata jumlah orang di tiap-tiap perusahaan yang sudah MOU dengan kampus. Perdebatan antara 34 orang itu sangat sengit, saling tak mau mengalah dan berjubel hanya di 2 perusahaan. Sekalinya ada yang mengalah juga agak gak ikhlas (*kayaknya wkwkwk ^.^v). Yaa.. mau gimana lagi, 34 orang harus nyebar di sekitar 10 perusahaan yang belum tentu diminati. Bismillah.. akhirnya aku pilih stasiun TV yang sudah bekerja sama dengan kampus. Surat lamaran, Proposal Magang, Surat Rekomendasi Kampus, CV, dan salinan KHS pun sudah dikumpul jadi 1 untuk diserahkan ke pak Kaprodi.
Awal Februari, tiba-tiba pak Kaprodi menginfokan lewat grup WA bahwa beberapa mahasiswa yang melamar di salah satu perusahaan pelayanan telekomunikasi, dialihkan ke perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama, yang baru saja MOU dengan kampus tanpa alasan yang ditulis dengan jelas. DEG! Aku dan keempat sahabatku, Gita, Upit, Ndeng, dan Memei saling tatap. Tanpa saling bicara, kami berlima hanya saling lihat dengan pandangan shocked, seolah bertanya satu sama lain “Bagaimana dengan perusahaan tujuan kita?” sambil setengah menahan nafas. “HHH..” kami menghembuskan nafas yang masih saja tertahan dan mulai saling berpendapat tentang info yang baru saja diberikan. Kami hanya bisa berharap semoga Allah melancarkan semua urusan magang kami di semester ini. Karna magang kami gak naggung-nanggung, peraturan Jurusan menyatakan Teknik Telekomunikasi D3 dan D4 wajib magang minimal 4 bulan dan maksimal 6 bulan. Oya.. kami berlima memilih perusahaan yang berbeda. Gita melamar perusahaan pelayanan telepon di Semarang, Upit melamar perusahaan yang bergerak di bidang Komunikasi Data di Jakarta Selatan, sedangkan aku, Memei, dan Ndeng melamar di stasiun TV di Jakarta Barat bersama Amin, Anin, Devan, Dimas, Rika, dan Za.

Jumat, 11 Juli 2014

Sensor Sentuh (Touch Sensor)




EMERGENCY TOUCH ALARM


Emergency Touch Alarm yang telah dibuat ini bisa dimanfaatkan sebagai Emergency Alarm di rumah sakit yang digunakan untuk memanggil dokter atau suster dari kamar cukup dengan menyentuhnya. Setiap kamar terhubung dengan 1 rangkaian. Touch Plate 1 diletakkan di kamar pasien, sedangkan LED, Buzzer, dan Touch Plate 2 terletak di ruang jaga suster. Settingan alarm dibuat Buzzer mati dan Led menyala. Jadi ketika pasien membutuhkan pertolongan darurat kemudian menyentuh alarm di kamarnya (Touch Plate 1), buzzer akan menyala dan LED akan mati. Setelah pasien mendapatkan pertolongan, suster bisa menyentuh alarm yang ada di ruang jaga suster (Touch Plate 2) untuk mematikan Buzzer dan menyalakan LED yang menandakan pasien dalam kondisi baik – baik saja / sudah ditangani. Emergency Touch Alarm ini dipilih karena rangkaiannya simpel, murah, mudah digunakan, dan lebih sensitif dibanding dengan alarm yang menggunakan tombol.

Berikut adalah rangkaian Emergency Touch Alarm : 

Rangkaian Emergency Touch Alarm

Komponen yang digunakan untuk membuat Emergency Touch Alarm adalah :
·      PCB
·      IC NE555                          1 buah
·      Buzzer 9 – 12 volt          1 buah
·      LED                                      1 buah
·      R = 220 Ω                           1 buah
·      Kabel penghubung          secukupnya
·      Kawat                                    4 potong



PRINSIP KERJA 
Emergency Touch Alarm yang dibuat, dapat diaktifkan menggunakan tegangan 9 – 12 volt sesuai dengan kapasitas buzzer yang digunakan. Tegangan positif dihubungkan ke Touch Plate 2 pada kaki IC ke 8 dan ke resistor yang di seri dengan LED. Sedangkan  tegangan negatif dihubungkan ke Touch Plate 1 pada kaki IC ke 1 dan ke Buzzer. Touch Plate yang digunakan masing – masing memanfaatkan 1 pasang potongan kawat.
Ketika Emergency Touch Alarm dihubungkan dengan sumber tegangan, secara otomatis buzzer akan menyala sedangkan LED mati. Kemudian jika Touch Plate 2 disentuh dengan jari, buzzer akan mati dan LED menyala. Sedangakan jika Touch Plate 1 yang disentuh, maka buzzer yang akan menyala dan LED mati.

Emergency Touch Alarm
(a) Emergency Touch Alarm saat pertama dihubungkan ke tegangan

Emergency Touch Alarm
(b) Emergency Touch Alarm jika disentuh Touch Plate 2

Emergency Touch Alarm
(c) Emergency Touch Alarm jika disentuh Touch Plate1


 INOVASI
Emergency Touch Alarm ini bisa dikembangkan rangkaiannya dengan menghubungkan dengan rangkaian sensor lain, misal dengan sensor asap. Ketika asap dideteksi, maka saklar yang menghubungkan alarm dengan tegangan akan terhubung dan mengaktifkan buzzer sebagai penanda ada api. Dengan begitu alarm ini bisa berfungsi sebagai alarm kebakaran di sebuah ruangan.

  
Emergency Alarm Asap
(a) Emergency Alarm jika tidak terdeteksi asap

Emergency Alarm Asap
(b) Emergency Alarm jika terdeteksi asap

Demikian Sensor Sentuh tentang Emergency Touch Alarm yang bisa saya tuliskan, semoga bermanfaat. Jangan lupa tinggalkan komentar, kritik, dan saran yaa.. ^o^/