Sabtu, 29 Maret 2014

Sensor Proximity



HOSPITABLE ESCALATOR






Escalator atau tangga berjalan biasanya digunakan untuk menuju lantai yang lebih tinggi atau rendah sebagai pengganti tangga biasa. Tapi seperti yang sudah ada di berita, banyak korban terutama anak – anak yang terjepit escalator yang terus berjalan / berputar. Dan orang – orang yang memiliki disabilitas tidak bisa menaiki escalator karena anak tangganya terlalu sempit, atau terlalu landai untuk kursi roda.

Maka dari itu dibuatlah rancangan HOSPITABLE ESCALATOR (tangga berjalan yang ramah) dengan anak tangga yang  lebih luas dan kecepatan yang tidak terlalu cepat. Escalator ini menggunakan sensor beberapa sensor yaitu Sensor Mekanik dan Sensor Proximity. berikut diagram blok HOSPITABLE ESCALATOR dengan sensor Mekanik dan Sensor Proximity :


hospitable escalator (sensor proximity)


Prinsip kerja HOSPITABLE ESCALATOR dengan sensor Mekanik dan Sensor Proximity adalah :
  • Escalator akan berhenti / diam ketika tidak digunakan (tidak ada beban yang diangkut).
  • Sensor mekanik akan mendeteksi beban yang berada di atas escalator.
  • Setelah beban tenang (pertanda pengguna escalator sudah siap), beberapa detik kemudian escalator akan berjalan secara otomatis.
  • Dipasang perhitungan pada mesin agar escalator berhenti otomatis setelah beban sampai ujung / tujuan.
  • Sensor proximity  dipasang disetiap anak tangga untuk mendeteksi jenis penopang beban.
  • Jika penopang beban berupa roda (misal : pemakai kursi roda), maka penahan kecil di belakang (untuk escalator naik) / di depan (untuk escalator turun) anak tangga akan naik dan mengganjal roda agar tidak menggelinding.
  • Sensor proximity mendeteksi jarak kaki jika terlalu dekat dengan pinggir escalator, untuk mencegah kejadian terjepit.
  • Pada tiap ujung escalator diberi speaker dan layar kecil dengan tanda – tanda dan video agar  pengguna siap dan waspada ketika menggunakan escalator.

Demikian  rancangan HOSPITABLE ESCALATOR dengan Sensor Mekanik dan Sensor Proximity . Semoga bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan saran, kritik, dan komentar… ^0^9

Kamis, 27 Maret 2014

Sensor Mekanik



SISTEM REM DARURAT KENDARAAN BERAT



Selain mesin yang berfungsi untuk menjalankan / menggerakkan kendaraan, rem merupakan hal yang tak kalah penting untuk menjaga dan mengimbangi fungsi gas. Namun fungsi kepakeman rem bisa berkurang bahkan tidak berfungsi (biasa disebut rem blong), hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengaruh beban yang dibawa dan kondisi jalan berupa turunan.

Bagi pengendara  kendaraan berat yang membawa muatan berat, melewati jalanan yang menurun bisa saja menimbulkan kekhawatiran bagi pengendara sendiri maupun kendaraan yang berjalan  disekitarnya jika rem blong. Saat melewati turunan panjang dan dilakukan pengereman, maka kampas rem dan rooter disc (piringan rem) akan bergesekan dalam waktu yang lama dan menimbulkan panas. Sehingga menjadi tidak pakem dan memicu terjadinya tabrakan.

Maka dari itu dibutuhkan rem darurat dengan sensor mekanik untuk mengurangi resiko tabrakan yang menyebabkan timbulnya korban jiwa dan kerugian material. Berikut diagram blok Sensor Mekanik SISTEM REM DARURAT KENDARAAN BERAT :


Sensor Mekanik SISTEM REM DARURAT KENDARAAN BERAT
(Diagram Blok Sensor Mekanik SISTEM REM DARURAT KENDARAAN BERAT)



Double Rem
(Double Rem)


Prinsip kerjanya :
  • Aki digunakan sebagai power supply.
  • Saat mesin dinyalakan, saklar aki akan terhubung dan power disalurkan.
  • Sensor mekanik diletakkan di sekitar disc brake (menghitung gerakan angular).
  • Sensor mekanik akan berfungsi setelah rem (utama) diinjak.
  • Sensor mekanik memiliki saklar yang akan terhubung secara perlahan jika kecepatan angular tidak berkurang secara signifikan.
  • Rem darurat bekerja sesuai dengan pergerakan saklar sensor mekanik (semakin terhubung saklar, semakin rapat pula brake pads / kampas rem).
  • Kendaraan dapat berhenti dan tidak terjadi kecelakaan karena rem blong.



Mengurangi resiko kecelakaan, diawali dengan kewaspadaan diri dengan peduli dengan kesehatan dan alat keselamatan pada kendaraan yang digunakan.


Semoga bermanfaat yaa..

Jangan lupa tinggalkan saran, kritik, dan komentar.. terimakasih.. ^^