Sabtu, 31 Mei 2014

Literatur Aplikasi Sensor Bidang Kesehatan (Individu) 2



Radiasi Elektromagnetik

Radiasi elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan medan magnet yang berosilasi dan merambat lewat ruang dan membawa energi dari satu tempat ke tempat yang lain. Penelitian teoritis tentang radiasi elektromagnetik disebut elektrodinamik, sub-bidang elektromagnetisme. Gelombang elektromagnetik ditemukan oleh Heinrich Hertz. Yang termasuk gelombang elektromagnetik :

Gelombang
Panjang gelombang λ
gelombang radio
1 mm-10.000 km
infra merah
0,001-1 mm
cahaya tampak
400-720 nm
ultra violet
10-400nm
sinar X
0,01-10 nm
sinar gamma
0,0001-0,1 nm

Sinar dengan panjang gelombang besar, yaitu gelombang radio dan infra merah, mempunyai frekuensi dan tingkat energi yang lebih rendah. Sinar dengan panjang gelombang kecil, ultra violet, sinar x atau sinar rontgen, dan sinar gamma, mempunyai frekuensi dan tingkat energi yang lebih tinggi.



Spektrum Elektromagnetik

Spektrum elektromagnetik adalah rentang semua radiasi elektromagnetik yang mungkin. Spektrum elektromagnetik dapat dibagi dalam beberapa daerah yang terentang dari sinar gamma gelombang pendek berenergi tinggi sampai pada gelombang mikro dan gelombang radio dengan panjang gelombang sangat panjang. 

 




Penerapan dan Pemanfaatan Sensor Elektromagnetik

Berdasarkan penjelasan di atas, pada Spektrum Elektromagnetik digambarkan bahwa manusia juga memancarkan gelombang elektromagnetik pada bagian Microgelombang dengan Frekuensi 108 Hz. Kempampuan tubuh manusia dalam memancarkan gelombang elektromagnetik tersebut dapat digunakan sebagai indikator keadaan / kesehatan orang tersebut dalam kondisi tertentu (kondisi normal atau tidak normal / abnormal). Ketika gelombang yang dipancarkan tidak seperti biasanya, bisa jadi hal tersebut merupakan pertanda bahwa seseorang sedang dalam kondisi yang tidak seperti biasanya (misal : sakit).

Dari hal tersebut maka dapat diambil peluang untuk membuat sebuah alat / benda yang dapat mengontrol dan mengetahui kondisi kesehatan diri kita sendiri tanpa harus diperiksa oleh dokter terlebih dahulu. Beberapa pemanfaatan yang bisa diperoleh menggunakan sensor elektromagnetik antara lain untuk memantau / mendeteksi denyut jantung, frekuensi pernafasan, kadar oksigen, maupun tekanan darah yang hasilnya akan dihubungkan dengan output (dapat berupa hasil laporan berupa tampilan digital maupun sirine / alarm tertentu sebagai tanda berdasarkan batas normal yang biasa terjadi).

Sebenarnya penerapan ini sedang tren digunakan pada Gelang Kesehatan. Namun kali ini saya akan menerapkan ini ke dalam sebuah artikel Aplikasi Sensor sebagai tugas akhir dengan judul sementara Smart Car (Kesehatan Pengemudi). Penerapan sensor ini bertujuan untuk mencegah dan mengurangi jumlah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian (mengantuk, mabuk, tidak konsentrasi, dll) ataupun kondisi pengemudi yang kurang prima / (mendadak) sakit. Sensor ini diletakan / dipasang pada beberapa bagian dalam mobil terutama di sekitar tempat pengemudi.


Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar